Cerita Masa Kecil Ibrahimovic yang Jadi Fans Inter Milan

Zlatan Ibrahimovic kini memang berkostum Manchester United. Namun, semasa kecilnya, striker asal Swedia ini merupakan fans dari klub Liga Italia, Inter Milan.

Alasan Ibrahimovic menyukai Inter Milan sejak kecil pun sederhana. Itu karena La Beneamata memiliki warna biru dan hitam di jersey mereka.

Ibrahimovic cukup lama main di Serie A. Ia sempat membela beberapa klub. Mulai dari Juventus, Inter Milan dan AC Milan.

“Di rumah, dulu aku selalu menonton sebuah program yang menunjukkan gol-gol dari Liga Italia,” kata Ibrahimovic kepada Sky Sport.

“Aku mendukung Inter karena aku menyukai warna hitam dan biru mereka, tapi aku juga mengikuti apa yang Juventus dan Milan lakukan,” Ibrahimovic menambahkan.

Statistik di Serie A

Selama tujuh tahun di Serie A, Ibrahimovic tampil dalam 219 pertandingan. Ia juga menyumbangkan 122 gol.

Pemain 36 tahun itu juga sukses meraih tujuh gelar, yakni empat Scudetto dan tiga Piala Super Italia.

Bela MU

Ibrahimovic sendiri kini membela Manchester United di Liga Inggris. Total, mantan pemain Barcelona tersebut sudah membela Setan Merah dalam 50 pertandingan di semua kompetisi dan melesakkan 28 gol.

Inter Milan Pesta 5 Gol di Giuseppe Meazza

Milan – Inter Milan berpesta lima gol tanpa balas atas Chievo Verona pada laga ke-15 Serie A, di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/12/2017). Empat gol La Beneamata diciptakan Ivan Perisic (23′, 57′), Mauro Icardi (38′) dan Milan Skriniar (60′).

Luciano Spaletti menyimpan Roberto Gagliardini dan Joao Miranda pada laga ini. Posisi kedua pemain tersebut digantikan Andrea Ranochia dan Joao Mario. Sementara itu, Mauro Icardi tetap menjadi ujung tombak.

Inter Milan menguasai jalannya laga sejak peluit pertama dibunyikan. Mauro Icardi dan kawan-kawan menekan pertahan tim tamu melalui kedua sayap. Sedangkan Gialloblu menerapkan taktik bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.

Inter Milan membuka keunggulan pada menit ke-23. Ivan Perisic yang tak terkawal di mulut gawang Chievo melesakan tembakan ke bagian tengah gawang.

Pada menit ke-39, La Beneamata memperlebar jarak menjadi 2-0. Tendangan keras Mauro Icardi dari sisi kanan gagal dimentahkan kiper Chievo, Stefano Sorrentino.

Pada babak kedua, situasi tidak banyak berubah. Inter Milan tetap mendominasi pertandingan. Alhasil, pada menit ke-57 Ivan Perisic kembali mengukir namanya di papan skor setelah tembakannya ke sudut kanan gawang mengoyak jala gawang tim tamu.

Tiga menit berselang, anak asuh Luciano Spaletti semakin menegaskan dominasinya melalui Milan Skriniar. Eks Sampdoria tersebut melakukan sundulan memanfaatkan umpan Antonio Candreva. Ivan perisic kembali menjadi momok bagi pertahanan Chievo pada menit ke-92. Bola hasil tendangan kaki kiri pemain tim nasional Kroasia tersebut mengoyak jala Sorrentino.

Hingga Giampaolo Calvarese meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, Inter Milan mampu mempertahankan keunggulan 5-0. Hingga saat ini, La Beneamata belum pernah menelan kekalahan.

Meraup tiga poin, Inter Milan merangsek ke posisi puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 39 poin. Anak asuh Luciano Spaletti tersebut unggul satu poin dari peringkat kedua, Napoli.

Susunan pemain

Inter Milan (4-3-2-1): 1-Samir Handanovic, 21-Davide Santon, 13-Andrea Ranochia, 37-Milan Skriniar, 33- Danilo D’Ambrosio (29-Dalbert Henrique 77′), 10-Joao Mario, 20-Borja Valero, 44-Ivan Perisic, 77-Marcelo Brozovic, 87-Antonio Candreva (17-Yann Karamoh 85′), 9-Mauro Icardi (23-Eder Martins 75′).

Pelatih: Luciano Spaletti (Italia)

Chievo (4-3-1-2): 70-Stefano Sorrentino, 18-Massimo Gobbi, 5- Alessandro Gamberini, 3-Dario Dainelli, 29- Fabrizio Cacciatore, 77-Samuel Bastien, 4-Nicola Rigoni (40-Nenad Tomovic 65′), 27-Fabio Depaoli, 23-Valter Birsa, 45-Roberto Inglese, 69-Riccardo Meggiorini (7-Luca Garitano 69′).

Pelatih: Rolando Maran (Italia)

Wasit: Giampaolo Calvarese